Postingan

Dancing With The Tide-Bab 15: Perempuan Setia

Gambar
Home > Dancing With The Tide > Daftar Novel Beberapa hari kemudian, Xie Hengzai dimakamkan. Hampir sebagian besar penduduk Prefektur Lidu datang mengantar putra tertua Keluarga Xie yang berhati mulia itu. Rombongan pemakaman berkelok dari Menara Wangxue hingga gerbang kota. Uang kertas beterbangan di langit seperti salju yang sangat lebat. Musim dingin ini seolah menembus hingga ke dasar hati. Tidak ada yang bisa melihat ujung salju besar ini. Nan Yi terjepit di tengah rombongan. Orang-orang menghalanginya dari segala arah. Tidak ada tempat untuk melarikan diri. Xie Queshan berjalan sendiri di pinggir rombongan. Tidak ada yang mau berjalan bersamanya. Lama-kelamaan, barisan itu mulai tidak rapi. Xie Queshan tanpa terlihat berjalan ke samping Nan Yi. "Kenapa masih dengan patuh tinggal di sini? Bukannya mau melarikan diri?" Suaranya tidak keras. Hanya Nan Yi yang bisa mendengarnya. Nan Yi mengangkat pandangan dan menatap Xie Queshan. Be...

Dancing With The Tide-Bab 14: Tidak ada Tempat untuk Melarikan Diri

Gambar
Home > Dancing With The Tide > Daftar Novel "Berhenti!" Suara yang penuh tenaga terdengar dari luar aula leluhur. Seorang pria paruh baya mengenakan jubah pejabat masuk ke aula leluhur dengan langkah lebar. Lu Jinxiu dan beberapa pelayan perempuan menyusul di belakangnya. Lu Jinxiu melihat situasinya tidak beres. Ia takut terjadi sesuatu, buru-buru memanggil Xie Zhu — adik Xie Jun, Tuan Ketiga dari Keluarga Xie. Jika bicara soal Duke Changning di kediaman ini, masih ada beberapa orang yang harus dia hormati, salah satunya adalah Nyonya Tua Xie yang terbaring sakit, dan yang lainnya adalah Xie Zhu. Setelah Xie Jun mengundurkan diri, Xie Zhu-lah yang mewakili wajah Keluarga Xie di dunia pemerintahan. Xie Zhu berwatak baik dan setia, dan merupakan cendekiawan terkenal di Prefektur Lidu. Begitu Xie Zhu masuk, ia langsung melihat punggung Xie Queshan yang penuh luka terbuka. Xie Zhu menutup matanya tidak tega. Bagaimanapun juga, darah lebih ke...

Dancing With The Tide-Bab 13: Laksanakan Hukuman Keluarga

Gambar
Home > Dancing With The Tide > Daftar Novel Sesuai aturan, jenazah Xie Hengzai akan disemayamkan di rumah selama tujuh hari sebelum dimakamkan. Nan Yi tidak henti-hentinya merencanakan pelarian. Ia awalnya berpikir akan mencari kesempatan saat mengikuti rombongan pemakaman keluar dari Kediaman Xie pada hari pemakaman. Namun, pada sore hari ketiga, Nan Yi menyadari sesuatu yang aneh, dan terpaksa mempercepat rencananya. Kemarin, Qiao Yinzhi datang ke ruang duka. Qiao Yinzhi menyuruh pelayan perempuan mengambil kotak makanan dari dapur, dan membuat Nan Yi makan malam yang cukup mewah. Qiao Yinzhi juga menemani Nan Yi berjaga di depan peti mati cukup lama, dan menceritakan banyak hal tentang masa lalu Xie Hengzai. Saat berbicara dengan Qiao Yinzhi, Nan Yi merasa sangat takut. Gadis itu khawatir Qiao Yinzhi akan bertanya tentang keluarganya, dan ia akan salah menjawab hingga terbongkar. Namun, Qiao Yinzhi tidak menanyakan satu pun. Nan Yi selalu merasa, ta...

Dancing With The Tide-Bab 12: Masuk ke Dalam Perangkap

Gambar
Home > Dancing With The Tide > Daftar Novel Dalam satu malam, perayaan pernikahan Keluarga Xie berubah menjadi upacara kematian. Keluarga Xie kehilangan putra tertua mereka. Nyonya Tua Xie yang usianya memang sudah lanjut langsung jatuh sakit. Perempuan tua itu terbaring di tempat tidur, tidak sadarkan diri. Pada sore harinya, Nyonya Tua Xie akhirnya sempat sadar sebentar. Selir Lu memerintahkan dapur menyiapkan obat dan makanan yang sangat baik, dan bahkan mengawasi sendiri api masakannya. Namun, saat waktunya menyajikan makanan, Selir Lu tidak kunjung datang. Nyonya Tua Xie tahu Selir Lu adalah orang yang teliti dan hati-hati. Kalau bukan karena terjadi sesuatu, Selir Lu tidak akan bersikap seperti ini. Namun, Nyonya Tua Xie saat itu sudah tidak memiliki tenaga untuk memikirkannya. Perempuan tua itu dengan lelah menutup mata dan bersiap beristirahat. Saat itu, Lu Jinxiu sedang mondar-mandir di halaman Aula Songhe (Aula Pinus dan Bangau) kediaman Nyo...

Dancing With The Tide-Bab 11: Biro Bingzhu

Gambar
Home > Dancing With The Tide > Daftar Novel Pelayan perempuan membimbing Nan Yi yang telah berganti pakaian berkabung ke pintu halaman ruang duka. "Nyonya Muda, Kau berjaga di sini malam ini." Nan Yi melihat ke dalam. Umbul-umbul putih memenuhi halaman, berkibar di angin. "Hanya aku sendiri?" "Selir Qiao seharusnya ikut berjaga, tetapi dia pingsan karena terlalu berduka. Tuan Muda Besar juga tidak memiliki keturunan. Malam ini kau hanya bisa berjaga di sini sendirian." Pelayan perempuan itu memberi hormat lalu mundur. Nan Yi dengan pasrah berjalan sendiri ke dalam halaman. Setelah beberapa langkah, barulah gadis itu melihat ada satu orang lagi yang berdiri di ruang duka. Pria itu berdiri di depan peti mati. Tubuhnya tinggi dan tegak, sunyi tanpa suara. Umbul-umbul putih berkibar. Sosok pria itu tidak terlihat jelas di tengah angin. Shidafu (Cendekiawan-Pejabat)— kata itu tiba-tiba muncul begitu saja di benak Nan ...

Dancing With The Tide-Bab 10: Kecurigaan Mulai Timbul

Gambar
Home > Dancing With The Tide > Daftar Novel Nan Yi berjuang di dalam air danau. Kemampuan berenangnya tidak buruk, tetapi karena melompat ke air dingin tanpa persiapan, gerakannya pun menjadi panik. Air danau masuk ke hidungnya. Rasa dingin yang menusuk menjalar ke seluruh tubuh dan tulangnya. Rasa dingin seperti ini langsung membawanya kembali ke Gunung Hugui yang bersalju. Beberapa hari itu, Nan Yi berlari di gunung dengan tubuh penuh salju, hingga ia tiba di Biara Podao yang rusak itu. Meskipun Pang Yu mengatakan padanya cukup pergi ke Menara Guoyu dan menyampaikan pesan, Nan Yi khawatir dirinya tidak akan sempat sampai ke Prefektur Lidu. Gadis itu ingin membuat persiapan tambahan. Di biara itu hanya tersisa reruntuhan. Tidak ada seorang pun yang bisa ditemukan. Di halaman biara memang ada sebatang pohon kering. Nan Yi tidak bisa membaca, tetapi gadis itu memiliki daya ingat yang luar biasa. Ia hanya melirik surat sutra itu sekali. Jika setiap kar...

Dancing With The Tide-Bab 09: Air Musim Dingin yang Dingin

Gambar
Home > Dancing With The Tide > Daftar Novel Tabib di Menara Wangxue membawa kotak obatnya dan bergegas menerobos kerumunan. Tabib meraba denyut nadi Xie Hengzai, lalu mencoba menekan titik di bawah hidung pria itu untuk membangunkannya. Akhirnya, tabib menusukkan beberapa jarum langsung di tempat. Namun, semuanya sia-sia. "Hamba melapor kepada Nyonya Tua. Pembuluh jantung Tuan Muda Besar sudah rusak semua. Sudah tidak ada harapan lagi...... Mohon...... semua yang hadir bersabar." Mendengar itu, Qiao Yinzhi tidak mampu lagi menahan diri. Ia memeluk jenazah Xie Hengzai dan menangis dengan penuh kesedihan. Seorang pria yang masih hidup di siang hari, kini telah mati. Kedua mata-mata di kerumunan itu bertukar pandang dengan kebingungan. Mereka belum menemukan kesempatan untuk bertindak. Bukan mereka yang membunuh Xie Hengzai. Nyonya Tua Xie yang dilanda kesedihan mendalam jatuh terduduk di kursi. Perempuan tua itu mengulurkan tangan yang geme...